Minggu, 13 Mei 2018

 

https://pobersonaibaho.files.wordpress.com/2011/02/ebola-virus-particles-from-flickr.jpg



A. Sejarah Perkembangan Virus
Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit. Karena tidak berhasil menemukan mikroba di getah tanaman tersebut, Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop.
Virus tidak dapat diklasifikasikan dalam sel karena virus tidak memiliki nukleas dan sitoplasma. Virus dapat berada di luar sel atau di dalam sel. Di luar sel virus merupakan partikel submikroskopis yang mengandung asam nukleat yang dibungkus oleh protein dan kadang mengandung makromolekul lain. Di dalam sel, khususnya pada sel hidup, virus dapat memperbanyak diri. Virus dapat sebagai agen penyakit (agents of disease) dan agen hereditas (agents of heredity). 



Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakau yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik. Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan, atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan. Kemungkinan kedua ini dibuang pada tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antartanaman.Patogen mosaik tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri, melainkan merupakan contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit.
Setelah itu pada tahun 1898, Loeffler dan Frosch melaporkan bahwa penyebab penyakit mulut dan kaki sapi dapat melewati filter yang tidak dapat dilewati bakteri. Namun demikian, mereka menyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil. Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1935, setelah Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenal sebagai virus mosaik tembakau. Virus ini juga merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman G.A. Kausche, E. Pfankuch, dan H. Ruska.

B. Ciri-ciri Virus, Struktur Virus, Bentuk Virus, dan Ukuran Virus
1. Ciri-ciri virus
Virus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Tidak berbentuk sel, karena tidak mempunyai protoplasma, dinding sel, sitoplasma, dan nukleas.
  • Dapat digolongkan sebagai benda mati, karena dapat dikristalkan dan tidak mempunyai protoplasma.
  • Dapat digolongkan sebagai benda hidup, karena memiliki kemapuan metabolism,reproduksi,dan memiliki asma nukleat.
  • Hanya dapat berkembang biak di dalam sel atau jaringan yang hidup.
  • Organisme subrenik hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
  • Virus berasal dari bahasa latin venom yang berarti cairan yang beracun.
  • Bersifat pasif.
2. Struktur virus
Struktur virus terdiri atas:


  • Bagian pusat virus: mengandung AND atau ARN dikelilingi oleh selubung atau capsid dari protein.
  • Capsid: dibangun oleh beribu-ribu molekul protein.
  • Kapsomer (capsomere): mempunyai bentuk bermacam-macam seperti prisma, heksagonal, pentagonal.

  • 3. Bentuk virus
    Bentuk virus bermacam-macam, yaitu silindris, kotak, oval, memanjang, dan polyhedron.
    4. Ukuran virus
    Ukuran virus lebih kecil dari bakteri 30 nm – 300 nm (1nm = 10-9).


    C. Klasifikasi Virus
    1. Berdasarkan Tempat Hidupnya
    a. Virus bakteri (bakteriofage)
    Bakteriofage adalah virus yang menggandakan dirinya sendiri dengan menyerang bakteri. Dibandingkan dengan kebanyakan virus, ia sangat kompleks dan mempunyai beberapa bagian berbeda yang diatut secara cermat. Semua virus memiliki asam nukleat, pembawa gen yang diperlukan untuk penghimunan salinan-salina virus di dakam sel hidup.Virus bakteriofage mula-mula ditemukan oleh ilmuwan Perancis, D’Herelle. Bentuk luar terdiri atas kepala yang berbentuk heksagonal, leher, dan ekor. Bagian dalam kepala mengandung dua pilihan DNA. Bagian leher berfungsi untuk memasukkan DNA irus ke dalam sel inangnya.
    b. Virus tumbuhan
    Virus yang parasitpada sel tumbuhan. Contoh virus yang parasit pada tumbuhan. Tobacco Mozaic Virus (TMV0 dan Beet Yellow Virus (BYV).
    c. Virus hewan
    Virus yang parasit pada sel hewan. Contoh virus hewan: virus Poliomylitis, virus Vaccina, dan virus Influenza.
    2. Berdasarkan Molekul yang Menyusun Asam Nukleat
    Dibedakan menjadi: DNA pita tunggal (DNA ss) DNA pita ganda, (DNA ds), RNA iota tunggal (RNA ss), dan RNA pita ganda (RNA ds).
    3. Berdasarkan Punya Tidaknya Selubung Virus
    Dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu:
    a. Virus yang memiliki selubung atau sampul (enveloped virus)
    Virus ini meiliki nukleokapsid yang dibungkus oleh membrane. Membrane terdiri daridualipid danprotein, (biasanya glikoprotein). Membrane ini berfungsi sebagai struktur yang pertama-tama berinteraksi. Contoh Herpesvirus, Corronavirus, dan Orthomuxovirus.
    b. Virus yang tidak memiliki selubung
    Hanya memiliki capsid (protein) dan asam nukleat (naked virus). Contoh: Reovirus, Papovirus, dan Adenovirus.


    D. Perkembangbiakan Virus (Replikasi Virus)
    Virus hanya dapat bereproduksi atau replikasi dalam sel hidup atau jaringan hidup lain. Replikasi virus merupakan proses penggandaan virus. Proses replikasi virus dapat diamati dengan jelas pada bakteriofage yang menyerang bakteri Escherichia coli. Proses replikasi virus ada dua macam, yaitu daur litik dan daur lisogenik.
    1. Daur Litik (pecah)
    Pada daur litik, virus akan menghancurkan sel hospes (sel yang ditumpanginya) setelah selesai melakukan replikasi. Daur litik terjadi dalam beberapa tahap berikut.
    a. Adsorpsi

    Adsorpsi yaitu melekatnya ekor virus pada dinding sel bakteri.
    b. Penetrasi

    Penetrasi yaitu ujung serabut ekor virus masuk dan menyatu dengan sel bakteri sehingga terbentuk saluran dari tubuh virus ke bakteri. Virus memasukkan materi genetiknya (asam nukleat) ke dalam bakteri melalui saluran tersebut. Kapsid virus tetap berada di luar sel bakteri. Jika telah kosong, kapsid akan terlepas dan tidak berfungsi lagi.
    c. Eklifase

    Eklifase yaitu virus mengambil alih perlengkapan metabolik sel bakteri. Selanjutnya, asam nukleat virus mengendalikan pembentukan protein dan komponen-komponen tubuh virus baru dengan menggunakan bahan yang tersedia dalam sitoplasma bakteri.
    d. Replikasi

    Replikasi yaitu pembentukan bagian-bagian tubuh virus baru.
    e. Perakitan

    Perakitan yaitu bagian-bagian tubuh virus yang terbentuk dalam replikasi selanjutnya akan membentuk virus-virus bakteriofage yang baru.
    f. Lisis

    Lisis yaitu pecahnya sel bakteri yang mengeluarkan virus-virus baru yang akan menginfeksi bakteri dan memulai daur litik kembali.
    Bagan siklus litik sebagai berikut

    Materi Biologi SMA Kelas X - Virus


    Keterangan :
    1 = Litik
    2 = Lisogenik
    a1= Virus melekatkan diri pada dinding sel bakteri
    a2= DNA virus masuk ke dalam sel
    b = DNA virus bergabung dengan DNAbakteri
    b1= DNA virus bergabung dengan DNAbakteri sehingga terbentuk profage
    b2= Profage melakukan pembelahan
    b3= Induksi provirus menjadi virus vegetatif
    c = Pembentukan bagian-bagian tubuh virus baru
    d = Perakitan virus-virus baru
    e = Sel bakteri lisis
     

    2. Daur Lisogenik
    Pada daur lisogenik, virus tidak menghancurkan sel bakteri. Asam nukleat virus tidak mengambil alih fungsi proses sintesis asam nukleat bakteri, tetapi menjadi bagian dari DNA bakteri. Adapun tahapan dalam daur lisogenik sebagai berikut.
    a. Adsorpsi dan penetrasi, prosesnya sama dengan daur litik.
    b. Penggabungan yaitu asam nukleat virus bergabung atau menyisip pada asam nukleat bakteri. Gabungan asam nukleat ini disebut profage.
    c. Pembelahan, pada saat bakteri membelah diri, profage ikut membelah sehingga menghasilkan bakteri-bakteri yang mengandung profage.
    d. Sintesis, yaitu asam nukleat virus secara alami akan memisahkan diri dari asam nukleat bakteri untuk memasuki daur litik. Selanjutnya, asam nukleat virus akan membentuk partikel-partikel virus baru.
    e. Perakitan, yaitu penyusunan partikel-partikel virus menjadi virus-virus baru.
    f. Lisis, yaitu lisisnya sel bakteri dengan mengeluarkan virus-virus baru yang selanjutnya akan mengikuti daur litik atau lisogenik kembali.
    Bagan siklus lisogenik sebagai berikut

    Materi Biologi SMA Kelas X - Virus
    E. Peran Virus bagi Kehidupan
    1. Virus yang Menguntungkan bagi Manusia
    a. Virus digunakan untuk memproduksi interferon.
    Interferon adalah protein yang dihasilkan oleh sel normal sebagai respon terhadap infeksi virus. Interferon berfungsi untuk mencegah replikasi virus pada sel hospes.
    b. Profage
    Profage dapat digunakan untuk mengubah fenotip bakteri sehingga bermanfaat dalam bidang kedokteran. Misalnya DNA virus digabungkan dengan gen manusia, yaitu gen penghasil antigen. Gabungan gen atau profage tersebut kemudian disambungkan ke DNA bakteri. Dengan demikian, fenotip sel bakteri mengalami perubahan. Sel bakteri tersebut mampu membuat antigen seperti halnya sel manusia.
    c. Virus digunakan untuk pembuatan vaksin.
    Vaksin berisi patogen yang telah dilemahkan sehingga sifat patogenitasnya hilang, tetapi sifat antigenitasnya tetap. Contoh vaksin sebagai berikut.
    1. OPV (Oral Polio Vaccine) untuk mencegah penyakit polio.
    1. HBV (Hepatitis B Vaccine) untuk mencegah penyakit kuning.
    1. HZV (Varicella Zoster Vaccine) untuk mencegah penyakit cacar air.
    1. MMR (Measles, Mumps, Rubella) untuk mencegah penyakit cacar air, gondong, dan campak jerman.
    1. Virus dapat digunakan untuk pembuatan peta kromosom yang sangat penting bagi dunia kedokteran

    b. Virus yang Merugikan
    Virus dapat menyebabkan penyakit baik pada tumbuhan, hewan, ataupun manusia.
    1. Virus yang menyerang tumbuhan
    • Virus tungro menyerang tanaman padi melalui perantara wereng cokelat.
    • Tobacco Mosaic Virus(TMV) menyebabkan timbulnya bercak kuning pada daun tembakau.
    • Turnip Yellow Mosaic Virus(TYMV) menyebabkan penggulungan daun pada tanaman kapas.
    • Cucumber Mosaic Virus (CMV) menyerang mentimun.
    • Bean Mosaic Virus (BMV) menyerang buncis.
    • Wheat Mosaic Virus (WMV) menyerang gandum.
    • Sugarcane Mosaic Virus (SMV) menyerang tebu.

    2) Virus yang menyerang hewan
    • New Castle Disease (NCD) menyerang saraf unggas (tetelo).
    • Foot and Mouth Disease(FMD) menyerang kuku dan mulut hewan pemamah biak, contohnya sapi, kambing, dan kerbau.
    • Rhabdovirus menyebabkan penyakit rabies pada anjing, kera, dan manusia.
    • Rous Sarcoma Virus(RSV) menyebabkan tumor pada ayam.

    3) Virus yang menyerang manusia
    • Influenzavirus menyerang saluran pernapasan.
    • Varicella zoster menyerang tubuh sehingga menimbulkan luka cacar air pada kulit tubuh.
    • Poliovirus menyerang saraf dan otak balita sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan.
    • Hepatitisvirus menyerang hati penderita sehingga membengkak.
    • Rhabdovirus menyerang sistem saraf pusat penderita.
    • Human Immunodeficiency Virus(HIV) menyerang sel darah putih jenis limfosit T. Virus ini merupakan penyebab penyakit AIDS.
    • Ebolavirus menyerang sel darah putih jenis makrofag dan jaringan fibroblas.

    F. Macam-macam Infeksi Virus
    Virus dapat menginfeksi inangnya dan menyebabkan berbagai akibat bagi inangnya. Ada yang berbahaya, namun ada juga yang dapat ditangani oleh sel imun dalam tubuh sehingga akibat yang dihasilkan tidak terlalu besar.
    1. Infeksi akut

    Infeksi akut merupakan infeksi yang berlangsung dalam jangka waktu cepat namun dapat juga berakibat fatal. Akibat dari infeksi akut adalah:
    • Sembuh tanpa kerusakan (sembuh total)
    • Sembuh dengan kerusakan/cacat, misalnya polio
    • Berlanjut kepada infeksi kronis
    • Kematian
    2. Infeksi kronis
    Infeksi kronis merupakan infeksi virus yang berkepanjangan sehingga ada risiko gejala penyakit muncul kembali. Contoh dari infeksi kronis adalah:
    • Silent subclinical infection seumur hidup, contoh: Cytomegalovirus (CMV)
    • Periode diam yang cukup lama sebelum munculnya penyakit, contoh: HIV
    • Reaktivasi yang menyebabkan infeksi akut, contoh: shingles
    • Penyakit kronis yang berulang (kambuh), contoh: HBV, HCV;
    • Kanker, contoh: HTLV-1, HPV, HBV, HCV, HHV

    G. Pencegahan dan Pengobatan.
    Karena biasanya memanipulasi mekanisme sel induknya untuk bereproduksi, virus sangat sulit untuk dibunuh. Metode pengobatan sejauh ini yang dianggap paling efektif adalah vaksinasi, untuk merangsang kekebalan alami tubuh terhadap proses infeksi, dan obat-obatan yang mengatasi gejala akibat infeksi virus.
    Penyembuhan penyakit akibat infeksi virus biasanya disalah-antisipasikan dengan penggunaan antibiotik, yang sama sekali tidak mempunyai pengaruh terhadap kehidupan virus. Efek samping penggunaan antibiotik adalah resistansi bakteri terhadap antibiotik. Karena itulah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah suatu penyakit disebabkan oleh bakteri atau virus.
    Infeksi virus atau bakteri pada umumnya menimbulkan demam, hanya saja infeksi bakteri akan meningkatkan kadar Sel darah putih, sedangkan infeksi virus tidak, tetapi infeksi bakteri, virus bahkan jamur akan meningkatkan kadar Antibodi M (IgM), tetapi pemeriksaan IgM agak mahal. Pemeriksaan Sel darah putih ataupun IgM tidak dapat menentukan jenis penyakitnya, tetapi kedua pemeriksaan tersebut hanya mengindikasikan penyakit tersebut diakibatkan oleh apa. Jika biaya menjadi kendala, maka pemeriksaan Sel darah putih saja sudah cukup, karena infeksi virus tidak dapat diobati dengan anti-biotik dan pada umumnya infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya (virus self limiting life) dengan istirahat (istirahat penuh di ranjang, jika perlu) dan gizi yang cukup, kecuali HIV di mana untuk diagnosis awal diperlukan pemeriksaan CD4 yang relatif murah.

    56 komentar:

    1. Materinya bagus bro.
      Cuma saran penulisannya di rapapikan

      BalasHapus
    2. Terimakasih saudara step,untuk saran dan masukan nya..

      BalasHapus
    3. Keren banget. Tapi di sini ada kata yang kurang tepat pada kalimat "....hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup..." nah, seharusnya bukan menginvasi, tetapi menginfeksi.
      Dan yang ingin saya tanyakan Tolong dong sebutkan contoh jenis virus yang memiliki bentuk heliks, polihidris, kompleks, dan sampul virus. Terimakasih

      BalasHapus
      Balasan
      1. Jadi gini kk saya jelesin
        Virus Bentuk Heliks
        Kapsid heliks dibangu oleh protomet tipe tunggal yang menyangku ditengah sehingga membentuk selubung yang melilit. Yang susunan ini menghasilkan virion bentuk batang yang pendek-keras atau pajang-lemas, sedangkan materi genetika dibungkus di dalam selubung.

        Yang ukuran panjang helik ini berkaitan dengan panjang asam nukleat di dalamnya, sedangkan diameternya tergantung pada panjang dan susunan protomernya. Misalnya virus seperti ini ialah virus mosaik tembakau.
        Jadi gitu kk😊

        Hapus
      2. Oke. Trimakasih heri😊

        Hapus
    4. Virus yang berbentuk helik (helical virus)

      Bentuknya menyerupai batang yang penjang, agak kaku dan lentur (fleksibel). Kapsid sebagai tabung silinder yang pendek berbentuk seperti helik yang mengelilingi asam nukleat virus.
      Contoh : virus yang menyebabkan penyakit mosaic pada tanaman tembakau (TMU) dan vitus yang dapat memangsa baketri (bakteriofage, M13)
      b. Virus polyhedral
      Virus polyhedral berbentuk seperti polyhedron sehingga memberi kesan seperti bentuk kristal.

      Contoh : virus hewan, virus tanaman, dan virus bakteri merupakan virus polyhedral yang mempunyai bidang sisi yang banyak.kapsid dari kebanyakan virus ini berbentuk ikosahedron (acosahedron) yaitu polyhedron beraturan dengan 20 bidang segitiga dan 20 sudut. Kapsomer dari tiap-tiap bidang membentuk segitiga sama sisi. Suatu contoh dari virus npolihedral yang berbentuk ikosa hedron adalah adenovitus dan virus polio.
      c. Virus yang berkulit

      Telah kita ketahui bahwa kapsid beberapa jenis virus diselubungi oleh suatu kulit yang disusun oleh kombinasi senyawa-senyawa protein, lipid dan karbohidrat. Virus-virus ini berbentuk bulat dan bermacam-macam (polimorfik) karena sifat kulit yang kaku. Virus yang berbentuk helik dan polyhedron dapat mempunyai kapsid yang berkulit.
      Contoh : Virus helik yang mempunyai kulit adalah virus influenza, dan virus poliheron yang berkulit adalah “herpes simplex virus”.
      d. Virus komplek
      Beberapa virus, terutama virus bakteri mempunyai struktur yang amat komplek (rumit) sehingga dinamakan virus komplek.

      Contoh : Virus cacar (poxvirus), tidak mempunyai kapsid yang jelas tetapi mempunyai kulit (coat) yang menyelubungi asam nukleat. Bakterifag yang mempunyai sebuah kapsid yang merupakan tempat melekatnya bentuk tambahan.
      Apabila kita amati struktur dari bakteriofag, akan jelas terlihat bahwa bagian kepala kapsid berbentuk polyhedral, sedang bagian ekor berbentuk helical. Bagian kepala dari virus ini mengandung asam nukleat.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Okee trimakasiih @heriapriadi Cukup mantap penjelasannya. Sukses untuk kedepannya. Kembangkan dan terus semangat. Jangan pantang menyerah, karena semua pasti ada hikmahnya😊

        Hapus
      2. Iyas terimakasih mbak reka

        Hapus
    5. Selamat malam hery, wahh udah jadi blogger ya sekarang..
      Semangat selalu ya dan semoga tulisan ini dapat bermamfaat bagi orang banyak. Terutama untuk mahasiswa/i FKIP Biologi Aminn πŸ™

      BalasHapus
      Balasan
      1. Oke terimakasih saudari herlina ..
        Semoga bermanfaat untuk masyarakat indonesia dan fkip biologi unka

        Hapus
    6. Selamat pagi bg heri.
      Saya ingin diatas ada yang menjelaskan Virus bersifat parasit obligat, dan yang saya belum mengerti dan pahami itu mengapa virus itu bersifat parasit obligation?
      Terimakasih

      BalasHapus
      Balasan
      1. Oke saya jawab..
        Pertanyaan nya
        Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri.
        Jadi begitu de..

        Hapus
    7. Materi nya menarik tu cuma saja saran saya materi nya di perluas lagi terimakasih?

      BalasHapus
    8. Materinya menarik, hanya saja penyusunannya kurang tepat. Langsung saja ya kak saya ingin brtanya virus bersifat parasit obligat itu yg bagaimana ya?
      Terimakasih kakak

      BalasHapus
      Balasan
      1. Langsung saja saya jawab karna virus sendiri tidak dapat bereproduksi sendiri sendiri maka di sebut obligat.

        Hapus
    9. Bagus menarik materinya pembuaatan blog juga sudah bagus, disini saya inging bertanya tolong jelas kan virus heliks, polihidris, kompleks, dan sampul virus. Saya blum mengerti, dan bentuk bentuk nya.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Virus yang berbentuk helik (helical virus)

        Bentuknya menyerupai batang yang penjang, agak kaku dan lentur (fleksibel). Kapsid sebagai tabung silinder yang pendek berbentuk seperti helik yang mengelilingi asam nukleat virus.
        Contoh : virus yang menyebabkan penyakit mosaic pada tanaman tembakau (TMU) dan vitus yang dapat memangsa baketri (bakteriofage, M13)
        b. Virus polyhedral
        Virus polyhedral berbentuk seperti polyhedron sehingga memberi kesan seperti bentuk kristal.

        Contoh : virus hewan, virus tanaman, dan virus bakteri merupakan virus polyhedral yang mempunyai bidang sisi yang banyak.kapsid dari kebanyakan virus ini berbentuk ikosahedron (acosahedron) yaitu polyhedron beraturan dengan 20 bidang segitiga dan 20 sudut. Kapsomer dari tiap-tiap bidang membentuk segitiga sama sisi. Suatu contoh dari virus npolihedral yang berbentuk ikosa hedron adalah adenovitus dan virus polio.
        c. Virus yang berkulit

        Telah kita ketahui bahwa kapsid beberapa jenis virus diselubungi oleh suatu kulit yang disusun oleh kombinasi senyawa-senyawa protein, lipid dan karbohidrat. Virus-virus ini berbentuk bulat dan bermacam-macam (polimorfik) karena sifat kulit yang kaku. Virus yang berbentuk helik dan polyhedron dapat mempunyai kapsid yang berkulit.
        Contoh : Virus helik yang mempunyai kulit adalah virus influenza, dan virus poliheron yang berkulit adalah “herpes simplex virus”.
        d. Virus komplek
        Beberapa virus, terutama virus bakteri mempunyai struktur yang amat komplek (rumit) sehingga dinamakan virus komplek.

        Contoh : Virus cacar (poxvirus), tidak mempunyai kapsid yang jelas tetapi mempunyai kulit (coat) yang menyelubungi asam nukleat. Bakterifag yang mempunyai sebuah kapsid yang merupakan tempat melekatnya bentuk tambahan.
        Apabila kita amati struktur dari bakteriofag, akan jelas terlihat bahwa bagian kepala kapsid berbentuk polyhedral, sedang bagian ekor berbentuk helical. Bagian kepala dari virus ini mengandung asam nukleat.

        Hapus
    10. Sangat menarik , namun penulisan blog nya mohon maaf kurang rapi .
      Langsung saja , yang ingin saya tanyakan yaitu mengenai penjelasan di blog anda yang menjelaskan bahwa virus dapat di kristal kan . Jadi pertanyaannya yaitu , bagaimana proses mengkristalnya suatu virus ? Apa saja penyebab virus itu mengkristal ? Dan apakah setelah mengkristal , virus itu dapat kembali ke wujud asalnya ?
      Terimakasih .

      BalasHapus
    11. Cukup bagus dan menarik
      Dari pembahasannya tentang virus saya kurang memahami,bahwa berbagai jenis virus merupakan penyebab penyakit.jelaskan nama-nama penyakit yang di sebabkan oleh virus pada manusia?
      Trima kasih

      BalasHapus
      Balasan
      1. Flu,batuk dan ada beberapa penyakit yang mematikan..

        Hapus
    12. Materinya cukup bagus dan menarik. Mohon maaf penulisnya kurang rapi dan kurang bisa saya pahami. Mohon di perluas lagi? Terima kasih

      BalasHapus
    13. Materinya bagus dan sangat membantu
      Terima kasih

      BalasHapus
    14. Mantap materinya ya semoga bermanfaat bagi kita

      BalasHapus
    15. Mantap materinya ya semoga bermanfaat bagi kita

      BalasHapus
    16. Materi nya menarik saran saya penulisan mohon dirapi kan agar lebih menarik lagi terima kasih

      BalasHapus
    17. Materi yang bagus, dapat menambah pengetahuan, semoga bermanfaat..terimakasih

      BalasHapus
    18. Terimkasih, meterinya sangat bermanfaat sekali.

      BalasHapus
    19. materi nya bagus semoga bermanfaat .terimakasih

      BalasHapus
    20. Materinya bagus dan bermanfaat, hanya saja kurang rapi. Terima kasih.

      BalasHapus
    21. Materi sangat bagus, terupdate selalu biar nambah wawasan.... .

      BalasHapus
    22. Materinya bagus, sangat membantu dan semoga bermanfaat bgi kita semua. Terimakasih

      BalasHapus
    23. Bagus materi nya bang.. Namun harus di tambah lagi materi nya agar lebih sempurna

      BalasHapus
    24. Materi nya udah bagus bro, tinggal referensi dari pertanyaan. 7ntuk kedepannya materi terupdate ya. Terima kasih

      BalasHapus
    25. Mau tanya mas, inikan bicara tentang virus, "bagaimana cara mengindetifikasi virus yg menguntungkan & merugikan?" Trima kasih mas.

      BalasHapus
      Balasan
      1. there are many ways to identifyit,which the world of health and there is also a
        disadvantage,..

        Hapus
    26. Bagus materinya sangat bermanfaat serta menambah wawasan apa lagi untuk membantu anak sekolah dalam mengerjakan tugasnya. Tingkatkan Bro

      BalasHapus
    27. Keren..
      Sangat bermanfaat
      Trus berkarya agar banyak org yg mndapat pemgetahuan luas..

      Berbagi itu menyenangkan..
      Keep spirit heryπŸ’ͺ

      BalasHapus
    28. lumayan menarik Materinya.. πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      BalasHapus
    29. Materi yang bagus sangat bermanfaat

      BalasHapus